Pages

Tampilkan postingan dengan label lagu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label lagu. Tampilkan semua postingan
Minggu, 16 Februari 2014

Lagu Iwak Peyek Ternyata Plagiat

0 komentar
Fenomena dan trend lagu berjudul Iwak Peyek masih menjadi kontroversi.

Bagi yang sering  menonton Opera Van Java pasti tak asing dengan Iwak Peyek. Berkat Sule, lagu yang memang sudah populer oleh Trio Macan jadi semakin dikenal masyarakat luas.

Setelah perseturan dengan Arek Band yang memegang hak asli lagu tersebut selesai, kini Iwak Peye didera masalah baru. Kabar yang sedang beredar, lagu ini menjiplak dua lagu sekaligus.

Lagu apa saja?

1. Mirip lagu punk
 
Di situs pengunggah video, youtube, lagu milik grup punk Cock Sparrer sedang ramai oleh komentar-komentar dari orang Indonesia yang memperdebatkan kemiripan lagu Take Em All milik grup punk tersebut dengan lagu Iwak Peyek versi Trio Macan.

Jumlah pengunjung video tersebut langsung melonjak tajam hingga 612,845 viewer. Video tersebut kebanyakan berisi komentar-komentar bernada sindiran dan tuduhan penjiplakan. Kedua lagu itu memiliki notasi serupa di bagian chorus.

Lirik Take em All:
 
Take ‘Em All: Take ‘em all, take ‘em all/ Put ‘em up against a wall and shoot ‘em/Short and tall, watch ‘em fall/Come on boys take ‘em all.
 
Lirik Iwak Peyek
Iwak Peyek: Iwak peyek, Iwak peyek/ Iwak peyek sego Jagong/ Sampek elek, Sampek tuwek/ Sampek matek, Tetap didukung.

2. Mirip lagu Olympiakos
Dilansir dari Detik.com, justru menyebut lagu Iwak Peyek mirip lagu milik suporter pendukung Olympiakos.

Lirik tentu saja beda, namun lagi-lagi dua bar lagu Iwak Peyek mirip dengan mars Olympiakos.
Bagaimana tanggapan sang pencipta lagu Iwak Peyek soal ini?

Pencipta lagu Iwak Peyek Abah Imron (47) saat dikonfirmasi mengaku tak pernah mendengar mars Olympiakos. Pria dua anak itu mengatakan tidak pernah mengenal lagu pertandingan bola selain lagu Ole-Ole yang marak di Eropa kala itu.

Selain itu, Abah Imron mengaku tidak terinspirasi lagu-lagu apapun. Apalagi lagu Olympiakos yang telah di-share melalui situs YouTube sejak Agustus 2006 silam.

"Saya nggak bisa bahasa Inggris, saya juga tidak bisa internetan," terang Abah Imron saat ditemui di rumahnya di kawasan Bagong Tambangan, Surabaya, Senin (9/4/2012).

Bagi Abah Imron, kemiripan antara nada lagu Iwak Peyek dengan Olympiakos mungkin karena unsur kebetulan saja. Ia menyerahkan kepada masyarakat untuk menilai.

"Saya menciptakan lagu Iwak Peyek juga nggak sengaja, nggak ada kemauan untuk mengkomersilkan. Daripada eyel-eyelan, ya terserah masyarakat yang menilai," seloroh Abah Imron.

Pria yang kesehariannya bekerja sebagai pekerja besi tua ini pun tak bisa menyembunyikan senyum geli saat ditontonkan video lagu Olympiakos Yunani di situs YouTube. "Iya ya, nadanya mirip. Saya baru tahu, lha wong saya ini orang ndeso, nggak bisa internetan," pungkasnya.

sumber
Continue reading →
Jumat, 14 Februari 2014

Tiada Larangan Lagu Bahasa ‘Rojak’ Sertai AJL28

0 komentar

SHAH ALAM – Ketua juri Separuh Akhir Muzik Muzik 28, Datuk Ramli MS berkata tiada sebarang larangan atau kriteria menyekat sesebuah lagu yang dipertandingkan pada program tersebut untuk layak menyertai Anugerah Juara Lagu 28 (AJL28) pada 26 Januari 2014.

Ramli berkata, kesemua lagu yang dipertandingkan itu dinilai berdasarkan penciptaan melodi, lirik dan pengolahan.

“Asalkan tiada sebarang lirik yang lucah atau menyentuh sensitiviti masyarakat ia masih boleh dipertandingkan.

“Kita akan melihat dari sudut melodi, lirik pengolahan dan bagaimana ia disampaikan oleh penyanyi itu. Sesebuah lagu itu susah untuk dinilai secara tepat kerana ia sangat subjektif mengikut kreativiti penciptanya,” katanya ketika ditemui selepas Separuh Akhir Muzik Muzik 28, di Sri Pentas 2, Plaza Alam Sentral, di sini, Jumaat lalu.

Ramli berkata demikian ketika diminta mengulas tentang kelayakan lagu In Love With You nyanyian dan ciptaan Noh Salleh & Aizat Amdan ke AJL28 yang dilihat menggunakan bahasa campuran Melayu dan Inggeris pada lirik dan tajuk lagu tersebut.

Sementara itu, tambah Ramli, pemilihan 12 buah lagu ke AJL28 ini telah dinilai awal sebanyak 70 peratus dan 30 peratus pada malam persembahan.

“Pada malam persembahan kita akan menilai sekali lagi dan melihat keberkesanan penyanyi menyampaikan lagu tersebut.

“Selain itu, pemilihan lagu-lagu tersebut juga dilihat untuk kesesuaian pada malam pertandingan AJL28 nanti,” katanya.

Antara juri profesional yang terlibat dalam pemilihan berkeaan terdiri daripada Azlan Abu Hassan, Aubrey Suwito, Ajai, Ad Samad dan Azmeer.

Lagu-lagu yang layak ke AJL28 ialah Penglipur lara (Hazama), Takkan Terpisah (Black), Bahagiaku Deritamu (Hafiz Suip), Aku Pelat (Salam Muzik), In Love With You (Noh Salleh & Aizat Amdan) dan Bosan (Stacy).

Turut dicalonkan Kalau Aku Kaya ( Awi Rafael & Altimate), Hanya Aku (Hyper Act), Tanda Tanya (Azlan & The Typewriter), Sahabat (Najwa Latiff), Ikut Rentakku (Jaclyn Victor) dan Kau Yang Terindah (Alyah).

AJL28 bakal diadakan di Stadium Putra Bukit Jalil dekat sini. – mStar
Continue reading →